Komunitas Bisnis Indometro

wadah nyata bagi anda yang ingin tetap menjalin silaturrahim,belajar,namun tetap berpenghasilan.
Jika anda PENASARAN silahkan klik

Abaikan Dulu Ingin Ikut

Program Kami

Belajar Trading/IB

Jika anda ingin belajar bagaimana mendapatkan DOLLAR berulang-ulang tanpa modal,kami akan ajarkan

Baca Disini Yuk !

Belajar Ngeblog

Tiap usaha tanpa alat promosi sepertinya kurang lengkap,nah ! kita siap ajarkan anda bagaimana membuat blog anda menjadi uang

Baca Disini Yuk !

Program Titip Akun

Program kerjasama ini sangat aman,karena anda tidak perlu menitipkan uang langsung kekami,melainkan kami hanya sebagai pengelola

Baca Disini Yuk !

Kerjasama Modal

Jika anda terlalu sibuk dalam kerja,namun tetap ingin mengembangkan modal yang anda punya,kami solusinya !!

Baca Disini Yuk !

Pos Kami

Sunday, June 9, 2019

Pasca Lebaran, Dolar AS 'Merunduk' ke Rp 14.210

Foto: Grandyos Zafna
Dolar AS
INDOMETRO-BISNIS - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah pagi ini berada di level Rp 14.210. Mata uang Paman Sam tercatat melemah terhadap rupiah jika dibandingkan pada nilai tukar sebelum libur Lebaran.

Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (10/6/2019). Dolar AS terpantau bergerak dari level Rp 14.200 hingga Rp 14.270 sampai pukul 09.15 WIB.


Artikel Terkait :

Jika ditarik dalam sebulan terakhir, posisi rupiah hari ini tercatat paling kuat di kisaran Rp 14.200-an. Sebelumnya posisi dolar AS sempat terus menekan rupiah sejak pertengahan April hingga menembus level Rp 14.500-an.

Dari data RTI, dolar AS sendiri hanya tunduk terhadap rupiah dan dolar Kanada pagi ini. Sementara mata uang franc Swiss, yen Jepang, won Korsel berhasil ditekuk paling dalam pagi ini.

Sementara rupiah terpantau hijau terhadap seluruh mata uang negara utama dunia pagi ini. Mata uang franc Swiss, baht Thailand dan won Korsel menjadi yang paling dalam ditekan pagi ini.(df)

Dompet Sekarat Setelah Lebaran, Boleh Ngutang Asal...

Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Ilustrasi
INDOMETRO-BISNIS - Kondisi keuangan yang sekarat setelah Lebaran kadang menjadi dilema di saat kewajiban yang harus dipenuhi sudah menanti di depan mata. Mungkin ada yang menganggap bahwa berutang bisa menjadi solusi. Bijak kah langkah tersebut?

Perencana Keuangan Financial Consulting Eko Endarto mengatakan, utang boleh dilakukan kalau memang ada kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda, mulai dari biaya pendidikan anak, hingga biaya kesehatan.


Artikel Terkait :

"(Utang) untuk pengeluaran-pengeluaran yang wajib, tadi misalnya bayar sekolah anak, (biaya) kesehatan," katanya saat dihubungi salah satu media, Jakarta, Minggu (9/6/2019).

Untuk pos-pos pengeluaran yang bersifat wajib itu mau tak mau pilihannya adalah berutang walaupun ini bukan alternatif satu-satunya, kecuali keadaan sudah mendesak.

"Yang masalah adalah kalau mereka yang pengeluarannya adalah kewajiban yang belum dibayar, misalnya anak sekolah belum dibayar, listrik belum kebayar, nah itu harus dibayar. Jadi mau nggak mau kalau itu berupa kewajiban mereka harus ada alternatif pembiayaan ya," jelasnya.
Tapi harus benar-benar diperhatikan agar utang yang dilakukan tidak malah digunakan untuk hal-hal yang tidak terlalu perlu untuk dipenuhi. Pastikan utang hanya dipakai untuk hal-hal mendesak yang bersifat wajib.

"Kalau memang pengeluarannya wajib dibayar mau nggak mau kan (berutang)," tambahnya.(df)

Postingan Terbaru Kami

10000 USD
rata rata penghasilan pertahun
10 Website
Banyak link yang kami berikan
100 Sukses
Semua klien sukses kami

Tim Kami

Aan Chan
Mentor 1
Edwin Dhani
Mentor 2
Kis Nanda
Mentor 3
Azhari Rahayu
Humas

Promosi Yuk !

Hubungi Kami

Mari Berkunjung en Kenali Kami

Siapapun anda bisa langsung datang ke sekretariat kami dan mulai mengenal kami lebih dekat

Alamat:

Jl.Prof Dr Hamka No.29D Kel.Durian Kec.Bajenis Tebing Tinggi - Sumatera Utara

Waktu Kerja:

Senin - Sabtu mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore

Telpon:

(+62-621)2611556
+628236786118