Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Monday, December 10, 2018

Anomali Harga Telur yang Turun Jelang Akhir Tahun

Foto: Erliana Riady
Pedagang Telur
INDOMETRO-BISNIS - Hari ini harga telur di pasaran turun Rp 2.000 per kg. Kemarin harganya mencapai Rp 25.000 per kg. Sepekan sebelumnya, harga komoditas ini melambung sampai Rp 26.000 per kg.
Penurunan harga telur justru menimbulkan kecurigaan di kalangan pedagang di pasar tradisional. Mereka mencium indikasi terjadi penimbunan stok oleh para pengepul. Gejala ini kerap dirasakan pedagang saat tren permintaan mengalami kenaikan setiap akhir tahun.
Pasalnya, jika mengikuti hukum pasar, harga akan naik jika permintaan naik. Sementara tren yang terjadi, tingkat konsumsi telur masyarakat akan meningkat jelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.
"Saya curiganya begitu. Sekarang stok ditimbun para pengepul, harga diturunkan. Baru nanti kalau barang kosong di pasar, stok dikeluarkan dengan harga sangat tinggi," kata pedagang besar telur di Pasar Templek Kota Blitar Indayati ditemui detikcom di stand-nya, Selasa (11/12/2018).
Indayati mengaku fenomena seperti hari ini kerap mereka alami menjelang pergantian tahun. Dia juga memastikan, jika pengepul yang menimbun telur, bukan peternak.
"Peternak sini kecil-kecil. Mereka nggak akan kuat nimbun. Soalnya tiap hari harus beli pakan. Kalau pengepul yang bermodal besar, mereka biasa menimbun nunggu momen yang pas untuk mengeluarkan stoknya," ungkapnya.

Artikel Terkait :

Sepekan sebelum Natal, lanjutnya, pengepul mengeluarkan stoknya secara perlahan. Namun secara pasti, mereka biasanya menaikkan harga Rp 2.000 per kg tiap hari.
Untuk menyiasati agar tak merugi terlalu banyak akibat fluktuasi tajam, Indayati mengaku juga menyimpan stok telur kualitas Omega. Karena telur jenis itu, bisa tahan selama tiga minggu jika disimpan di suhu normal ruangan.
"Ini saya juga simpan stok. Bukan nimbun. Nggak mau rugi saja, soalnya saya kulak dari peternak harganya Rp 24.500 per kg. Kalau hari ini saya jual Rp 23.000 lah rugi banyak saya," akunya.
Telur kualitas Omega ini harganya paling tinggi karena kualitasnya paling bagus. Ciri fisiknya, bentuk telur cenderung agak bulat, warna cangkang coklat tua bersih dan kuning telurnya berwarna lebih oranye dari telur kualitas lebih bawah.
Walaupun harga telur mengalami fluktuasi tajam, namun Indayati mengaku tidak ada penurunan daya beli masyarakat. Di saat harga telur Rp 18.000 sampai menyentuh Rp 26.000 per kg, dia mengaku bisa menjual telur rata-rata sebanyak 50 kg per hari. Dan penjualan cenderung naik sampai 50% sepekan menjelang Natal dan Tahun Baru.(df)

0 Comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More