Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Monday, December 10, 2018

Balik Gencet Rupiah, Dolar AS Naik 400 Poin dalam Sepekan

Foto: Ari Saputra
Rupiah
INDOMETRO-BISNIS - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) masih menunjukkan tren penguatan. Setelah sempat kalah melawan rupiah sepanjang November, dolar AS mulai agresif menekan balik rupiah.
Dikutip dari data perdagangan Reuters, Selasa (11/12/2018), rupiah terpantau menunjukkan gejala pelemahan sejak awal Desember. Dolar AS mengalami apresiasi nilai tukar terhadap rupiah sebesar 2,8% dalam waktu lebih dari sepekan.
Sejak awal Desember 2018 hingga saat ini, dolar AS tercatat bergerak dari level Rp 14.240 hingga Rp 14.640. Hal tersebut membuat rupiah menjadi yang paling lemah di antara mata uang lainnya terhadap mata uang Paman Sam tersebut.
Hari ini saja misalnya, data RTI menunjukkan rupiah sudah mengalami depresiasi 0,63% dan kembali menempati posisi juru kunci terhadap mata uang dolar AS. Mata uang lainnya yang keok terhadap dolar AS adalah Korean won, Indian rupee, Philippine peso, ringgit Malaysia dan dolar Taiwan.

Artikel Terkait :

Sementara mata uang yang berhasil meredam dolar AS hari ini adalah Japanese yen, Thailand baht, Chinese yuan, dolar Singapura, Swiss franc. Kemudian ada pula dolar Hong Kong, dolar Australia, British pound, euro, dolar New Zealand dan Kanada.
Rupiah sendiri loyo di hadapan hampir semua mata uang negara utama dunia. Rupiah hanya berhasil unggul dari Indian rupee sebesar 0,25%. Kekalahan rupiah paling dalam berasal dari British pound yang berhasil menekan rupiah 140 poin ke level Rp 18.410.
Sebelumnya, selama bulan November lalu nilai tukar dolar AS terhadap rupiah terus melemah. Sempat menyentuh angka Rp 15.237 atau yang tertinggi sejak krisis moneter 1998, rupiah perlahan menguat hingga mencapai Rp 14.215.
Dalam kurun waktu sebulan, dolar AS berhasil ditekan 765 poin dari Rp 14.980 menjadi Rp 14.215 alias menguat 5,1%. Berbeda dengan kondisi sekarang, saat itu penguatan rupiah menjadi salah satu yang tercepat di antara negara ASEAN dan negara berkembang lainnya.(df)

0 Comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More