Analis: CPO akan Uji Kembali Support di RM2.069

Sawit
Sawit
INDOMETRO-BISNIS - Rentetan pelemahan harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka dalam sepekan terakhir masih tetap dipengaruhi oleh melambatnya permintaan.
Memasuki perdagangan awal pekan ini, harga CPO masih belum mendapat sentimen positif, apalagi harga minyak mentah dunia juga melemah akhir pekan lalu, sehingga pasar pada Senin ini (18/3/2019) diperkirakan masih lesu, kata seorang pelaku pasar di Jakarta, Senin.
Sementara itu, analis teknikal untuk komoditas dan energi dari Reuters, Wang Tao, memperkirakan CPO akan menguji lagi support di RM2.069 per ton, dan bila tembus di bawah level tersebut bisa tertekan menuju RM2.035 per ton.
Artikel Terkait :


Pelemahan harga CPO telah berlangsung dalam tujuh sesi berturut-turut dan terjun ke level terendah tiga bulan seiring dengan kekhawatiran atas melambatnya permintaan dan meningkatnya pasokan.
Tekanan juga datang dari keputusan Komisi Eropa yang akan mengurangi pemakaian CPO untuk biofuel dan untuk selanjutnya dihapuskan sama sekali.
Pekan lalu, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,4 persen menjadi RM2.062 ($504,28) per ton.
Permintaan CPO global sebelumnya diprediksi akan mengalami kontraksi untuk kali pertama dalam dua dasawarsa selama musim tanam 2019/20 akibat meningkatnya pasokan oilseed di India dan melambannya permintaan di Eropa dan China. (bn)