Emas batangan yang ditransaksikan di Butik Emas Logam Mulia
Gold
INDOMETRO-BISNIS - Harga emas internasional naik tipis pada perdagangan Selasa pagi, setelah Amerika Serikat mengurangi pendapatan dari minyak Iran. Hal itu, kemudian mendorong pembelian safe haven, namun dibatasi dolar yang juga ikut menguat.
Dilansir dari salah satu media bisnis, pada Selasa 23 April 2019, harga emas di pasar spot naik 0,1 persen ke level US$1.275,78 per ons. Sedangkan emas berjangka AS, tidak berubah ke level US$1.277,7 per ons.
Hari ini saham Asia sedikit turun, tetapi tetap bertahan tidak jauh level tertingginya dalam sembilan bulan terakhir. Hal ini disebabkan kekhawatiran pasar atas kebijakan China.
Artikel Terkait :
Emas domestik
Sementara itu, harga emas dalam negeri produksi PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam, Selasa 23 April 2019, dibanderol seharga Rp656 ribu per gram. Harga itu tidak berubah dari perdagangan kemarin. 
Dikutip dari data Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, pembelian kembali atau buyback ditetapkan seharga Rp575 ribu per gram atau naik Rp1.000 per gram dibandingkan perdagangan kemarin. 
Adapun harga emas berdasarkan ukuran di antaranya, emas lima gram Rp3,10 juta, 10 gram Rp6,13 juta, 25 gram Rp15,23 juta, dan 50 gram Rp30,38 juta. Kemudian, emas 100 gram dibanderol Rp60,7 juta, 250 gram Rp151,5 juta, dan emas 500 gram Rp302,8 juta.
Dan, untuk ukuran emas terkecil dan terbesar yang dijual Antam pada hari ini, yaitu 0,5 gram dibanderol Rp352,5 ribu dan 1.000 gram sebesar Rp605,6 juta.

Selanjutnya, produk Batik all series, ukuran 10 gram dan 20 gram dipatok masing-masing Rp6,8 juta dan Rp13,05 juta.
Adapun untuk pembelian emas hari ini, Antam mencatat untuk ukuran 500 gram dan 1.000 gram tidak tersedia. Sementara itu, untuk emas 0,5 gram, satu gram, tiga gram, 25 gram hanya ada di butik logam mulia.(vv)