Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Monday, April 15, 2019

Perajin 'Lukisan Kayu' Bergambar Kartini Kebanjiran Pesanan

Foto: Wikha Setiawan
Lukisan Kayu
INDOMETRO-BISNIS - Bulan April identik dengan Hari Kartini. Berbagai hal terkait pejuang emansipasi wanita ini juga ramai diburu. 

Tak hanya lokasi-lokasi bersejarah, suvenir dengan nuansa RA Kartini pun banyak dicari. Salah satunya aneka print on wood atau lukisan di atas kayu bergambar RA Kartini dan keluarga. Suvenir berbahan kayu ini banyak dicari terutama oleh orang luar Jepara.

Seorang perajin print on wood, Nabsir Susilo (35) mengatakan, memasuki bulan April produksinya khususnya yang bergambar Kartini meningkat. 

"Banyak yang memesan print on wood bergambar Kartini dan keluarganya. Seperti Kartini bersaudara hingga Sosrokartono," ujarnya saat ditemui salah satu media di rumahnya Jalan Kayu Tangan II nomor 33 Pengkol, Jepara, Selasa (16/4/2019).
Peningkatan permintaan itu sejak memasuki bulan April. Biasanya, sehari dia membuat print on wood 5-10 buah, kali ini bisa lebih dan rata-rata bergambar RA Kartini.

"Lebih dari biasanya, dan paling banyak memang gambar RA Kartini," tuturnya.

Artikel Terkait :

Print on wood yang dibuatnya memadukan kayu dengan foto. Dia memakai kayu khusus yakni kayu sungkai untuk bagian dalam dan kayu jati untuk bingkainya. Ketebalan kayu yang dipakai sendiri sekitar 3-4 cm. 

"Saya buat dalam dua ukuran yakni A2 dan A3. Bisa juga custom sesuai ukuran yang diinginkan," ungkapnya.
Untuk proses produksinya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari. Mulai dari menyiapkan foto, bahan kayunya hingga proses penempelan gambar di kayu dan finishing. 

"Jadi setelah bahan kayu siap, gambar yang sebelumnya dicetak di kertas laser direkatkan. Setelahnya dikeringkan dan dilakukan penggosokan serta finishing," paparnya.

Print on wood itu dijual di kisaran Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu. Kualitasnya pun tidak perlu diragukan lagi.

"Unik dan awet. Bisa bertahan lama karena memakai bahan pilihan dan di-finishing menggunakan sebagaimana yang digunakan untuk finishing barang mebel," jelasnya.

Disinggung mengenai awal mula dirinya menekuni kerajinan ini, Nabsir mengatakan bermula dari keinginannya untuk menciptakan suvenir khas Jepara. 

"Jadi saya pilih kayu dan dipadukan dengan gambar-gambar khas Jepara salah satunya terkait RA Kartini," terangnya.
Untuk membuat produk itu dia mencari dokumen foto lama yang belum banyak orang tahu. 

"Salah satu bagian tersulit adalah mengumpulkan foto-foto tentang Jepara masa lampau. Saat ini di internet memang banyak beredar tetapi kami mencari foto foto asli dengan dengan resolusi yang tinggi," jelasnya.

Usaha itu ditekuninya sejak 2015 lalu. Dia memasarkan produk secara langsung dan online. Kini penikmat karyanya tak hanya dari Jepara tetapi juga datang dari berbagai daerah.

"Banyak dari Jakarta, Bandung dan Bali. Baik perorangan maupun komunitas," imbuhnya.

Saat ini dia juga mengembangkan suvenir unik lainnya dari bahan kulit sapi dan kayu langka lainnya."Bentuk produknya mulai dari dompet, tas kulit, gantungan kunci, kotak pensil, kotak perhiasan, jam tangan hingga cincin kayu," tandasnya.(df)

0 Comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More