Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Monday, April 22, 2019

Terkuak! Ini Penyebab Harga Tiket Pesawat Tak Turun-turun

Ilustrasi/Foto: Istimewa
Garuda Indonesia
INDOMETRO-BISNIS - Harga tiket pesawat di Indonesia sampai saat ini masih belum mengalami penurunan yang signifikan. Banyak masyarakat yang merasa tiket pesawat masih kemahalan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan ada beberapa penyebab masih mahalnya harga tiket pesawat domestik di Indonesia.

Mantan Dirut Angkasa Pura II (AP II) itu mengatakan, penyebab pertama yang membuat masih mahalnya harga tiket pesawat karena maskapai tidak melaksanakan imbauan dari Kementerian Perhubungan.

"Saya kemarin sifatnya imbauan untuk menetapkan surprice. Tampaknya, himbauan itu tidak dipenuhi secara maksimal," kata Budi di komplek Istana, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Imbauan yang telah diterbitkan adalah mengenai penerapan surprice atau harga tertentu berjenjang. Lalu ada juga imbauan penurunan batas atas.

Artikel Terkait :

Hanya saja, imbauan tersebut tidak dilaksanakan dengan baik oleh para maskapai. Padahal, kata Budi, jika itu diterapkan maka ada penurunan harga tiket sekitar 15%.

"Kan alternatifnya dua. Satu surprice, atau menurunkan batas atas. Tapi yang ideal itu saya tidak lakukan itu, dia lakukan perubahan harga. Itu yang paling ideal. Satu kedewasaan saya memberikan suatu fleksibilitas, mereka lakukan. Karena kalau saya sudah teken itu, berlanjut," ujar dia.
Imbauan selanjutnya, adalah mengenai maskapai menyediakan harga tiket berdasarkan subclass. Subclass merupakan golongan dalam tiket pesawat di setiap kelas penerbangan. Misalnya, untuk penerbangan first class, ada subclass F dan P, yang merupakan tiket dengan harga termahal (full fare).

Sementara, di kelas bisnis dan eksekutif, ada kode subclass J dan C yang merupakan tiket dengan harga termahal (full fare). Di kelas ekonomi, umumnya, menggunakan kode subclass Y.

Meski demikian, Budi mengaku tidak bisa memberikan sanksi kepada para maskapai nasional yang tidak menerapkan imbauan tersebut.

"Mereka selama ini secara legal, nggak salah karena itu belum saya terapin. Kalau surprice saya tetapin, kalau batas atas saya tetapkan, menjadi salah," tegas dia.

Untuk menyelesaikan permasalahan harga tiket ini, Budi Karya akan memanggil para bos maskapai penerbangan di Indonesia, mulai dari Garuda Indonesia sampai Lion Air.

Dari hal itu, Budi Karya berharap harga tiket pesawat yang masih mahal bisa turun dan pada saat musim Lebaran sudah terjangkau oleh masyarakat.

"Harapan saya Lebaran bisa lebih murah dengan opsi-opsi. Opsi pertama, tidak dilakukan apa-apa, hanya kedewasaan saja. Kalau tidak bisa tetapkan surprice. Kalau tidak bisa juga, tarif batas atas," kata dia.(df)

0 Comments:

Post a Comment

Buka Akun Disini Yok !!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More