Tren Positif Sepanjang Hari, IHSG Ditutup Menguat 25 Poin

Tabel kinerja IHSG saat pelaksanaan pemilu yang terus naik sejak 2004.
IHSG
INDOMETRO-BISNIS - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di level 6.507,221 pada penutupan perdagangan Kamis, menguat 25 poin atau 0,40 persen dibanding penutupan perdagangan pada 16 April 2019 yang berada di level 6.481,541.
Ekonom dari PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede menjelaskan, ada beberapa faktor sentimen baik dari global maupun domestik, yang memengaruhi tren positif tersebut.
"Dari globalnya ada faktor bahwa kemarin saat kita pemilu, China merilis data positif dari pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2019 yang mencapai 6,4 persen atau lebih baik dari perkiraan sebelumnya di 6,3 persen," kata Josua saat dihubungi salah satu media, Kamis 18 April 2019.
"Sehingga saat kemarin pasar keuangan kita tutup mata uang Asia dan pasar Asia memang terapresiasi dan mengalami penguatan," ujarnya.
Artikel Terkait :
Sementara untuk faktor dari dalam negeri, Josua mengatakan bahwa pasar juga masih merespons positif hasil quick count sementara, dari beberapa lembaga survei nasional yang menunjukkan selisih margin 8-9 persen untuk kemenangan incumbent.
Dengan demikian, menurutnya hal ini juga memberikan optimisme bagi sebagian besar pelaku pasar khususnya investor asing, yang inginkan keberlangsungan investasi dan bisnisnya di Indonesia dengan kebijakan-kebijakan yang dilanjutkan dari pemerintahan sebelumnya.
"Rupiah hari ini juga cenderung menguat. Karena dari awal perdagangan, meskipun sempat sedikit di bawah Rp14 ribu, tapi masih bergerak stabil di level Rp14 ribuan karena memang ada aksi profit taking juga di pasar valas," ujarnya.
Dana Asing Masuk
Sementara itu, penyelenggaraan pemilu yang terbilang kondusif pada Rabu 17 April 2019 kemarin, menimbulkan dampak yang terbilang sangat positif bagi pasar modal.
Hal itu dibuktikan dari gairah para investor, sehingga Indeks Harga Saham Gabungan terus bergerak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi hingga penutupan.
Bahkan, pada akhir sesi I perdagangan, data RTI yang dilansir mencatat adanya net buy dari aksi beli investor asing di pasar reguler, yang mencapai total sebesar Rp1,15 triliun.
Sementara di Pasar Nego dan Tunai, net sell tercatat mencapai sebesar Rp24,21 miliar.(vv)