WOW... Carl's JR Bikin Burger Saus Ganja

Foto: BBC Magazine
Ganja
INDOMETRO-BISNIS - Carl's JR membuat dan menguji burger dengan campuran ganja di dalamnya. Hal ini membuat jadi yang terdepan dalam penerapan CBD alias cannabidiol. 

Cannabidiol sendiri adalah zat campuran ganja non-psikoaktif. Sederhananya, ganja yang digunakan tidak menimbulkan kecanduan.

Mengutip salah satu media pada Senin (22/4/2019) perusahaan makanan itu mengatakan, rencananya mereka menjual burger campuran ganja itu hanya di satu gerai yakni gerai yang berada di Denver, Colorado. Mereka menjual burger itu hanya pada 20 April sebagai uji coba.

Adapun ganja dalam bentuk CBD itu terkandung dalam saus yang mereka gunakan untuk satu jenis produk burger yang diberi nama Rocky Mountain High: CheeseBurger DelightBurger.

Artikel Terkait :

Perusahaan pun melakukan pengetesan untuk menentukan apakah burger CBD ini bisa masuk ke dalam menu permanennya, kata Patty Trevino, wakil presiden senior pemasaran Carl's Jr.

"Ini adalah sesuatu yang terasa tepat untuk merek kami. Ini semua tentang inovasi," kata Trevino.

Perusahaan makanan, minuman, dan barang-barang konsumsi lainnya telah mencoba mencari cara bagaimana memanfaatkan minat masyarakat terhadap bahan-bahan seperti CBD. Pasalnya, kini konsumen semakin mencari produk yang menawarkan sesuatu yang ekstra dan tidak biasa, seperti peningkatan energi atau kesehatan usus yang lebih baik.

CBD mungkin sesuai dengan permintaan aneh para konsumen itu. Beberapa penelitian menunjukkan CBD dapat membantu mengobati peradangan, rasa sakit, kecemasan dan kejang. 

Dengan mencampur burger dengan CBD, Carl's Jr. berharap untuk menyenangkan pelanggan mereka yang cenderung tertarik dengan tren baru. Dengan produk campuran ganja ini juga mereka bisa mengejar pelanggan masa depan Carl yang lebih muda. 

"Mereka lebih terbuka untuk berbagai rasa produk. Mereka juga terbuka akan manfaat yang ditawarkan bahan-bahan trendi," kata Trevino.

Carl's JR pertama kali memutuskan untuk mengeksplorasi CBD pada Januari. Awal tahun ini, mereka mengumumkan alternatif nabati untuk burger khasnya dalam kemitraan dengan Beyond Meat. Setelah Beyond Meat diluncurkan, mereka membuat daftar keinginan yang menyertakan produk CBD.
CBD adalah bahan baru yang menarik bagi perusahaan, tetapi mereka harus bertindak hati-hati karena peraturan tentang penggunaan bahan ini masih belum jelas. Ganja dilegalkan secara nasional tahun lalu sebagai bagian dari RUU Pertanian, tetapi Administrasi Makanan & Obat masih belum memutuskan bagaimana mengatur produk CBD. 

Mantan komisioner FDA (Food and Drug Administration/Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) Scott Gottlieb mengatakan perlu beberapa tahun sebelum pemerintah sepenuhnya melegalkan CBD untuk digunakan dalam produk makanan dan suplemen makanan.

Meskipun begitu, menguji CBD dapat memberi Carl's JR keunggulan atas pesaing, karena sebagian besar lokasinya berada di negara-negara Barat, tempat ganja rekreasi legal. Belum lagi dengan keputusan perusahaan yang menguji hanya di satu lokasi pada suatu hari, itu dapat membawa produk ke pelanggan dengan sangat cepat.(df)