Foto: Kepala BPKH Anggito Abimanyu (Ari Saputra/detikcom)
Kepala BPKH
INDOMETRO-BISNIS - Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengungkapkan nilai riil dari biaya haji adalah sebesar Rp 72 juta. Tapi, yang dibayarkan masyarakat selama ini hanya setengahnya, atau sekitar Rp 35 juta. 

"Perlu diketahui sebetulnya biaya haji itu Rp 72 juta per jamaah. Sementara yang dibayar itu hanya Rp 35 juta," kata Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu dalam blak-blakan bersama detikFinance, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Anggito menjelaskan, sejatinya biaya riil di Indonesia berbeda-beda, tergantung daerah asal.

"Terendah sekitar Rp 60 juta berapa saya lupa. Tapi Aceh paling murah, karena kan paling dekat jaraknya. Paling mahal di Makassar dan NTB," jelas dia.
Artikel Terkait :

Anggito menjelaskan, skema biaya riil ongkos naik haji 2019 di setoran awal Rp 25 juta. Uang setoran itu mengendap selama waiting list atau masa tunggu. Calon jamaah mendapat dana manfaat yang dikelola BPKH itu.

Sementara, saat ini pemerintah sedang mencari selisih dari biaya haji tersebut, khususnya untuk tambahan kuota 10.000 jamaah yang didapat Indonesia mulai tahun ini. Hal itu lah yang selama ini diributkan oleh banyak pihak.

"Itu sebetulnya (biaya haji) sudah diperhitungkan dalam BPIH yang sebelumnya induk gitu berapa seni kebutuhan untuk BPIH yang sudah direncanakan sejak awal itu 210.000 Itu jamaah," kata dia. 

"Nah tambahan ini kan muncul kemudian ketika sumber manfaat sudah dialokasikan jadi untuk menambah Selisih dari 10000 kali tadi ya selisih apa namanya antara harga real cost dan harga yang di bayarkan itulah yang harus dicarikan sumbernya ya, sumbernya kembali dari nilai manfaat dan efisiensi maupun dari sumber-sumber lain yang sah itu," jelas dia.(df)