https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/05/09/5cd3d95ff1ddd-gara-gara-pemilu-harta-miliarder-ini-turun_375_211.jpg
Ilustrasi

INDOMETRO-BISNIS - Setelah naik tajam pada tahun kemarin, miliarder di Thailand kekayaannya terpaksa menurun tahun ini karena pemilihan umum (pemilu).

Ketidakpastian menjelang pemilu pada Maret dan ekonomi yang lambat melemahkan mata uang Baht Thailand dan memicu indeks saham turun sekitar 7%. Kekayaan bersih gabungan dari para listees sedikit lebih rendah pada US$160,5 miliar dari total tahun lalu US$162,5 miliar.
Melansir Forbes, kekayaan separuh orang terkaya di Thailand menurun, termasuk mereka yang menempati posisi empat besar.
Chearavanont bersaudara, pemilik Charoen Pokphand masih berada di posisi pertama dengan kekayaan bersih US$29,5 miliar. Dhanin Chearavanont, pemimpin dari konglomerasi tersebut mengundurkan diri pada bulan April sebagai chairman Charoen Pokphand Foods setelah 25 tahun di posisi itu.
Tak semua miliarder Thailand merugi. Sarath Ratanavadi, justru kekayaannya melonjak US$1,8 miliar. Saham Gulf Energy Development miliknya melonjak 57% 12 bulan terakhir ketika proyek-proyek pembangkit listrik baru online dan pendapatan 2018 perusahaan naik lebih dari dua kali lipat, menjadi US$628 juta.
Miliarder yang hartanya naik lainnya adalah keluarga Osathanugrah, yang mendapat dorongan dari Osotspa, produsen minuman energi miliknya yang berusia 128 tahun. Dikelola oleh Petch Osathanugrah yang berwarna-warni, seorang kolektor seni dan mantan penyanyi pop, Osotspa didirikan oleh kakek buyutnya sebagai apotek kecil yang menjual obat-obatan herbal.(vv)