Jika anda mendukung semua kegiatan sosial Yayasan Indometro,bisa membantu kami dengan menyisihkan sedikit rezeki anda ke BNI 2018071309 an Yayasan Indometro Indonesia

Saturday, May 18, 2019

Ini Daftar Negara yang Paling Banyak Berikan Utang ke RI

Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Ilustrasi
INDOMETRO-BISNIS - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia kuartal I 2019 tercatat US$ 387,6 miliar atau setara dengan Rp 5.542,6 triliun (kurs Rp 14.300). 

Dengan komposisi ULN pemerintah tercatat US$ 187,7 miliar atau tumbuh 3,6%. Sementara itu untuk ULN swasta US$ 197,1 miliar tumbuh 12,8% dibandingkan kuartal sebelumnya. 

Kira-kira negara mana saja yang memberikan utang ke RI?

Dari data Dari data statistik utang luar negeri Indonesia (SULNI) per kuartal I 2019, negara yang paling banyak memberikan utang ke Indonesia adalah pertama Singapura yakni sebesar US$ 64 miliar, kemudian diikuti oleh Jepang US$ 29,01 miliar, lalu Amerika Serikat (AS) US$ 21,3 miliar. 

Artikel Terkait :

Kemudian berikutnya adalah negara China US$ 17,9 miliar, selanjutnya Hong Kong US$ 15 miliar dan negara Asia lainnya US$ 10,4 miliar.

Selanjutnya kreditor atau pemberi utang adalah Belanda dengan nilai ULN US$ 8,3 miliar. 

Selain negara, ada juga gabungan sindikasi negara-negara yang memberikan pinjaman yakni mencapai US$ 6,6 miliar. 

Korea Selatan juga menjadi salah satu pemberi pinjaman ke Indonesia yakni dengan nilai US$ 6,3 miliar. 

Selanjutnya ada Jerman yang memberikan pinjaman sebesar US$ 4,6 miliar. Kemudian Prancis juga memberikan pinjaman US$ 4,1 miliar. Inggris memberikan pinjaman US$ 3,2 miliar. 

Negara Amerika lainnya juga menggelontorkan pinjaman sebesar US$ 2,6 miliar. Eropa lainnya memberi utang US$ 1,9 miliar. Kemudian Australia memberikan pinjaman US$ 1,2 miliar. 

BI menyebut struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total ULN. "Dengan perkembangan tersebut, meskipun ULN Indonesia mengalami peningkatan, namun masih terkendali dengan struktur yang tetap sehat," tulis keterangan resmi BI, dikutip Sabtu (18/5/2019).

Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.(df)

0 Comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More