Gedung BNI di Jakarta
BNI
INDOMETRO-BISNIS - PT Bank Negara Indonesia Tbk menyiapkan uang tunai rata-rata Rp14,3 triliun per pekan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai nasabahnya selama Ramadan maupun Idul Fitri 2019. Angka tersebut naik lima persen dibanding 2018.
Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI, Dadang Setiabudi, mengatakan, kesiapan uang tunai tersebut akan dibagi untuk kebutuhan anjungan tunai mandiri (ATM) sebesar 60 persen dari kas yang disediakan, sedangkan 40 persennya untuk outlet.
"Memang ATM ini per minggu Rp8 triliun. Tentu pecahannya campuran Rp100 ribu dan Rp50 ribu tapi paling banyak Rp100 ribu," kata Dadang di Gedung BNI, Jakarta, Rabu 15 Mei 2019.
Artikel Terkait :
Dia memperkirakan, kebutuhan puncak uang tunai nasabah akan terjadi pada pekan ke-4 Ramadan atau pada 27 Mei-2 Juni 2019, dengan nominal Rp21,6 triliun. Sementara itu, berdasarkan wilayah, Jabodetabek diperkirakan kebutuhannya sebanyak Rp2,4 triliun dan di luar itu Rp11,9 triliun.
Adapun perkiraan volume transaksi puncak terjadi pada 22-31 Mei 2019, yakni mencapai Rp32,8 juta transaksi per hari lebih tinggi dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp25 juta transaksi per hari. Itu lebih disebabkan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR).
"Berdasarkan analisis data historis, prediksi transaksi harian pada 22 Mei 2019 terjadi periode pembayaran THR sebagai perusahaan berlanjut sampai 31 Mei yang merupakan hari kerja terakhir sebelum libur Idul Fitri volume transaksi meningkat," ujarnya.
Sementara itu, terkait operasional sistem pembayaran BNI seperti Real Time Gross Settlement (RTGS) mengacu pada jadwal yang ditetapkan Bank Indonesia. Selanjutnya, transaksi penerimaan negara akan mengacu pada Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.
"Transfer untuk pekerja migran tujuh hari seminggu tanpa libur untuk jamin pengiriman uang dari pekerja migran dapat diterima keluarga di Tanah Air," ungkapnya.(vv)