Ilustrasi Pasar Tanah Abang
Pedagang
INDOMETRO-BISNIS - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau KADIN Indonesia, Suryani S. Motik menjelaskan, terdapat beberapa faktor menjelang lebaran tahun kemarin, yang membuat kondisi perekonomian nasional dinilai kurang baik bagi para pengusaha.
Dia mencontohkan penurunan barang konsumsi yang dialami oleh Unilever pada momen menjelang lebaran tahun lalu. Hal ini mempengaruhi sektor produksi mereka turun hingga mencapai lima persen

"Nah, kalau tahun ini juga lebih buruk lagi, berarti memang ada pelemahan kan," kata Suryani dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 25 Mei 2019.
Artikel Terkait :
Dia menambahkan, gejala itu sebenarnya sudah bisa dilihat sejak masa-masa kampanye pilpres beberapa waktu lalu. Menurutnya, banyak dana politik yang digelontorkan saat itu memang tak semuanya yang sampai ke tataran bawah.
"Pas pemilu kemarin banyak dana tapi tidak digelontorkan ke bawah atau tidak terasa ke bawah dibandingkan pilkada sebelumnya. Tapi, bisa saja itu karena berkurangnya penggunaan kaos dan barang-barang kampanye lain," ujarnya.
Di satu sisi, Suryani juga melihat bahwa geliat UKM di sektor pakaian dan makanan dalam suasana Ramadan menjelang lebaran ini, masih belum terlalu ramai sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
Meskipun, sejumlah komoditas kebutuhan pangan seperti misalnya bawang merah, bawang putih, cabai, dan lain sebagainya, telah menunjukkan geliatnya yang dinamis pada pola konsumsi masyarakat.
"Salah satu yang enggak kerasa, misalnya, walaupun orang mudik ke Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan lain sebagainya, tapi perputaran uang kan banyak di Jawa. Kalau di Jakarta misalnya, di Tanah Abang itu kan perputaran uangnya luar biasa," kata Suryani.
Kemudian, lanjut dia, memang masih ada hal yang patut disyukuri dari kondisi perekonomian saat ini. Sebab, saat lebaran semacam ini justru kerap terjadi pemerataan distribusi ekonomi.
Seperti misalnya para pelaku UKM yang pulang kampung dan membelanjakan uangnya, mereka juga dipastikan telah ikut membantu menaikkan perekonomian di daerahnya tersebut, karena ada belanja yang dilakukan di sana.
"Jadi lebaran ini adalah peristiwa agama dan budaya, yang di dalamnya juga mengandung peristiwa ekonomi, dimana dinamikanya juga bepengaruh pada pergerakan ekonomi nasional," ujarnya.(vv)