Kepala Badan Pelaksana, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu/Foto: Ari Saputra
Kepala Badan Pelaksana, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu
INDOMETRO-BISNIS -Tambahan kuota haji sebanyak 10.000 jemaah memicu polemik baru terkait penggunaan dana selama ini. Ketika pemerintah menyatakan akan mencari jalan untuk membiayainya, sebagian masyarakat menuding bahwa dana haji selama ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan tol. Benarkah?

Kepala Badan Pelaksana, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menegaskan sejauh ini tak satu sen pun dana haji yang digunakan secara langsung untuk membiayai infrastruktur maupun proyek lainnya.





Anggito memaparkan, dana tabungan haji selama ini sebanyak 50% disimpan dalam bentuk deposito dan 50% lagi untuk investasi surat berharga syariah negara dan korporasi. Sesuai rencana strategis Badan Pelaksana BPKH, kata dia, prioritas investasi yang sedang dalam proses adalah di bidang infrastruktur haji di Arab Saudi.

Mantan Dirjen Haji dan Umroh itu juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat akun virtual. Dengan demikian setiap jemaah dapat melihat perkembangan tabungan ongkos haji yang telah disetorkan. Namun tabungan dan nilai manfaat yang dihasilkan tidak bisa diambil di tengah jalan kecuali dia mengundurkan diri sebagai calon jemaah haji.(df)