Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta
IHSG
INDOMETRO-BISNIS - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia dibuka di zona merah pada level 6.260 pada awal perdagangan Rabu 8 Mei 2019. Melemah 36 poin atau 0,58 persen dari penutupan perdagangan Selasa 7 Mei 2019 di level 6.297.
Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji menjelaskan, meskipun IHSG telah terkoreksi sekitar 3,08 persen sejak awal Mei 2019, namun ada sejumlah sentimen positif yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada hari ini.
Dari aspek eksternal, pihak Tiongkok terlihat tengah berusaha meredam ketidakpastian global, akibat dari sentimen perang dagang AS-Tiongkok selama ini.
"Tiongkok melakukannya dengan meyakinkan para pelaku investor, bahwa proses negosiasi dagang antara kedua negara tersebut masih berlanjut," kata Nafan saat dihubungi salah satu media, Rabu 8 Mei 2019.
Artikel Terkait :
Sementara di sisi lain, faktor dari domestik yang mempengaruhi IHSG tersebut adalah adanya stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan. Hal itu menurut Nafan sanggup memberikan katalis positif, bagi terciptanya stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebab, adapun GDP Indonesia pada kuartal I-2019 sebesar 5,07 persen, sebenarnya masih lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 5,06 persen.
"Selain itu, penjualan ritel (year-on-year) per Maret 2019 juga meningkat, dari sebelumnya 9,1 persen menjadi 10,1 persen," ujarnya.
Sementara itu, Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, menjelaskan faktor domestik yang memengaruhi IHSG juga turut ditopang oleh adanya sentimen positif terkait rilis data cadangan devisa atau cadev pada April 2019.
"Rilis data perekonomian hari ini yang akan dilansir tentang cadangan devisa, akan memberikan sentimen positif terhadap pola pergerakan IHSG," kata William.
Pola penguatan IHSG juga akan didukung oleh berlanjutnya aliran modal asing yang masuk ke bursa saham domestik. William pun optimis bahwa pada perdagangan hari ini, IHSG akan berpotensi mengalami penguatan
"IHSG saat ini memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 6.198. Sedangkan, target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada pada posisi 6.336," ujarnya.
Di tengah peluang kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini, William pun merekomendasikan sembilan saham yang pergerakannya dapat dicermati oleh pelaku pasar. Yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Jatim Tbk (BJTM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Kemudian, ada juga PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). (vv)