Wednesday, May 22, 2019

Pemakaian Listrik Turun Dekat-dekat Lebaran

Foto: Herdi Alif Al Hikam/detikFinance
Listrik
INDOMETRO-BISNIS - Pemakaian energi listrik diprediksi akan menurun mendekati lebaran. Diprediksi secara nasional akan ada penurunan 29-31% beban listrik.

Lalu, apa penyebab penurunan ini terjadi?

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin menjelaskan penurunan beban listrik ini terjadi karena berkurangnya penggunaan listrik. Salah satunya yang terjadi pada industri yang banyak berhenti beroperasi alias libur lebaran.

"Karena banyaknya industri dan perkantoran yang libur, biasanya memang beban puncak menurun, namun kami akan tetap pastikan suplai dan keandalan tetap terjaga," ungkap Amir.

Selain itu, penggunaan listrik rumahan pun diprediksi akan mengalami penurunan. Amir menjelaskan mulai tanggal 29 Mei permintaan energi listrik akan turun karena mulai banyak masyarakat lakukan mudik.

"Tanggal 29 juga kan orang udah mulai banyak ya yang berlibur dan mudik. Perlahan bakal turun tuh penggunaan listrik karena rumah kan ditinggal," sebut Amir.


Artikel Terkait :

Amir menilai di hari lebaran puncak penurunan beban listrik akan terjadi di hari lebaran saat semua orang sibuk berhari raya.

"Puncak penurunannya waktu hari H lebaran apalagi pagi-pagi pas Sholat Ied, sampai seharian penggunaan listrik nggak akan banyak," kata Amir.

Amir menambahkan bahwa setidaknya diprediksi secara nasional akan mengalami penurunan permintaan beban energi listrik hingga sebesar 31%.

"Diperkirakan ldul Fitri 2019 beban puncak malam hari, pada Sistem Kelistrikan Nasional mengalami penurunan sebesar 29-31%. Sedangkan Sistem Jawa Bali mengalami penurunan sebesar 56 60%," kata Amir.

Untuk di Jawa Bali sendiri, Amir memaparkan PLN mampu menyediakan 34.716 MW listrik untuk melayani beban puncak sebesar 17.179 MW.

"Daya mampu netto pembangkit sistem Jawa Bali adalah sebesar 34.716 MW jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak Lebaran yang diperkirakan mencapai 17.179 MW, dengan cadangan operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62%," kata Amir.
20 Pembangkit Dipadamkan

PLN akan memadamkan beberapa pembangkit listrik. Hal itu dilakukan untukmengefisiensikan pembangkit yang beroperasi.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN Amir Rosidin menyatakan setidaknya di kawasan Jawa Bali saja akan ada kurang lebih 20 pembangkit listrik yang dipadamkan sementara. 20 pembangkit listrik itu kalau ditotal kapasitasnya sekitar 10 ribu MW.
"Pada saat beban turun, pembangkit ya kita padamkan sekitar 10 ribu MW. Percuma kita nyalakan tapi nggak ada beban. Yang dipadamkan banyak, tersebar di Jawa Bali ya pembangkitnya, bisa lebih 20an pembangkit itu," sebut Amir di Unit Pusat Pengaturan Beban (P2B) Jawa Bali, Gandul, Depok, Kamis (23/5/2019).
"Jadi kami berhentikan karena bebannya rendah, jadi efisiensi operasional juga," tegasnya.
Selama dipadamkan menurut Amir petugas yang berada di pembangkit listrik akan melakukan inspeksi untuk mengecek dan melakukan tindakan pemeliharaan terhadap pembangkit listrk.
"Nah dipadamkan ini juga memberikan kesempatan untuk pengelola pembangkit melakikan simple inspection. Mereka bisa lakukan pemeliharaan dan pengecekan pembangkitnya," kata Amir.
Amir menyebutkan mulai pembangkit listrik tenaga gas hingga uap menjadi jenis yang paling banyak dipadamkan.
"Banyaknya yang (pembangkit listrik) gas, lalu ada PLTU juga ya. 20 (pembangkit listrik) itu Jawa Bali aja ya, daerah lain nggak ngitung saya," ungkap Amir.
Amir menambahkan bahwa setidaknya diprediksi secara nasional akan mengalami penurunan permintaan beban energi listrik hingga sebesar 31%.
"Diperkirakan ldul Fitri 2019 beban puncak malam hari, pada Sistem Kelistrikan Nasional mengalami penurunan sebesar 29-31%. Sedangkan Sistem Jawa Bali mengalami penurunan sebesar 56 60%," kata Amir.(df)

Hubungi Kami

Mari Berkunjung en Kenali Kami

Siapapun anda bisa langsung datang ke sekretariat kami dan mulai mengenal kami lebih dekat

Alamat:

Jl.Prof Dr Hamka No.29D Kel.Durian Kec.Bajenis Tebing Tinggi - Sumatera Utara

Waktu Kerja:

Senin - Sabtu mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore

Telpon:

(+62-621)2611556
+628236786118