Kepala BPS, Suhariyanto saat konferensi pers inflasi.
Kepala BPS, Suhariyanto saat konferensi pers inflasi.
INDOMETRO-BISNIS - Badan Pusat Statistik mencatat, inflasi pada Juni 2019 sebesar 0,55 persen. 

Sementara itu, inflasi tahun kalender Januari hingga Juni 2019 sebesar 2,05 persen dan inflasi tahun ke tahunnya menjadi sebesar sebesar 3,28 persen. 

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, berdasarkan pantauan dari 82 kota Indeks Harga Konsumen atau IHK, sebanyak 76 kota IHK mengalami inflasi, sedangkan enam kota terjadi deflasi. 

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juni 2019 ini secara umum menunjukkan adanya kenaikan," ujar Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Senin 1 Juli 2019. 
Dia menjabarkan, inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 3,60 persen, sedangkan yang terendah di Singaraja sebesar 0,02 persen. Sementara itu, kota yang mengalami deflasi tertinggi yakni Tanjung Pandan sebesar 0,41 persen, dan yang terendah terjadi di Jayapura sebesar 0,08 persen.
Artikel Terkait :
"Saya simpulkan inflasi sampai Juni termasuk terkendali karena berbagai program yang dilaksanakan pemerintah cukup berhasil," katanya. 
Berdasarkan catatannya, inflasi pada Juni 2019, jauh lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2018, yang sebesar 0,59 persen maupun inflasi Juni 2017 yang sebesar 0,69 persen. 
Sementara itu, secara tahunan, inflasi Juni 2019 masih cukup tinggi dibandingkan Juni 2018 yang sebesar 3,12 persen, meski jauh lebih rendah dari inflasi Juni 2017 yang sebesar 4,32 persen. 
Berdasarkan komponennya, inflasi inti pada bulan itu tercatat sebesar 0,38 persen, dengan andil 0,22 persen. Selanjutnya, harga-harga bergejolak atau volatile price mengalami inflasi 1,70 persen, dengan andil 0,38 persen.
Sementara itu, untuk harga-harga yang diatur oleh pemerintah atau administered price, mengalami deflasi sebesar 0,9 persen dengan andil 0,02 persen.(vv)