Foto: Rachman Haryanto
Rachman Haryanto
INDOMETRO-BISNIS - Jumlah penumpang pesawat di musim mudik Lebaran tahun ini ternyata tidak seramai tahun sebelumnya. 

Jumlah penumpang pesawat secara rata-rata nasional mengalami penurun 15-20%. Lalu apa penyebabnya?

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti menerangkan, penurunan jumlah penumpang itu terjadi secara rata-rata. Menurutnya masih ada beberapa bandara yang jumlah penumpangnya lebih tinggi.

Ketika ditanya apakah kenaikan harga tiket jadi penyebab dari penurunan penumpang itu, Polana mengaku tak bisa menjawabnya. Sebab menurut informasi yang didapatkannya, seluruh jenis armada mudik Lebaran juga mengalami penurunan penumpang. 


"Kalau diduga harga tiket, saya tidak bisa jawab. Karena semuanya baik angkutan darat, laut juga terjadi penurunan. Jadi tidak bisa disalahkan harga tiket. Sampai kemarin semua mengalami penurunan penumpang 10-20%," ujarnya di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (3/5/2019). 

Artikel Terkait :

Kementerian Perhubungan sendiri sebelum musim mudik Lebaran sudah menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) untuk tiket pesawat kelas ekonomi 12-16%. Sehingga Polana yakin untuk kelas ekonomi tarifnya lebih rendah dengan tahun lalu.

"Kan kalau akhir tahun atau Lebaran biasanya maskapai cari revenue tinggi karena permintaan tinggi. Tapi TBA turun, berarti harusnya kan lebih murah," ujarnya.

Pemerintah, kata Polana, akan berupaya mengakomodir kebutuhan baik dari maskapai maupun penumpang. Oleh karena itu, pemerintah memiliki pertimbangan yang dalam ketika menyesuaikan TBA.

"Indonesia ini negara kepulauan. Transportasi udara punya peran penting. Jangan sampai maskapainya gulung tikar. Jadi ada dua faktor utama dalam pengaturan TBA, masyarakat dan maskapai. Jangan lupa di dunia hanya Indonesia yang mengatur tarif batas harga tiket," tutupnya.(fd)