Pedagang ayam di Pasa Anyar, Tangerang, Sabtu, 11 Mei 2019.
Pedagang ayam di Pasa Anyar, Tangerang, Sabtu, 11 Mei 2019.
INDOMETRO-BISNIS - Turunnya harga ayam secara drastis dalam beberapa waktu belakangan ini ditengarai akibat ulah permainan para broker di tingkat peternak. Hal itu turut disadari oleh Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso.

Ia menyebut bahwa asumsi kenaikan harga komoditas diakibatkan kurangnya pasokan tidak selalu benar apabila ada campur tangan jejaring kartel dalam perdagangan komoditas tersebut.
"Demand dan supply yang selalu dibicarakan, di mana katanya kalau harga sampai naik berarti supply kurang, itu enggak selalu saya bilang, tidak selalu," kata pejabat yang karib disapa Buwas itu di kantornya, kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa 2 Juli 2019.
"Karena kalau dikuasai jejaring (kartel atau mafia), ya mereka memang 'main' kok. Supply-nya dimainkan ya bagaimana harga tidak naik? Itu mereka yang main," ujarnya.
Oleh karenanya, Buwas berharap bahwa masalah pangan semestinya bisa dikembalikan lagi dalam peran Bulog secara utuh.
Artikel Terkait :
Sebab, Buwas memastikan bahwa memang hanya Bulog lah yang menjadi badan pemerintah dalam urusan menjaga stabilitas masalah pangan, tanpa adanya kepentingan dagang apapun termasuk mencari rente.
"Karena cadangan pangan pemerintah itu ada di Bulog. Jadi kita harus impor daging atau ayam atau garam atau gula dan sebagainya itu, harusnya yang menentukan Bulog. Karena Bulog tidak ada kepentingan dagang atau cari duit," kata Buwas.
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri itu yakin bahwa apabila Bulog bisa kembali memiliki perannya sebagai lembaga pemerintah yang mengurusi masalah pangan secara menyeluruh, maka pihaknya akan mampu memberantas jejaring kartel yang menguasai perdagangan di sejumlah jenis komoditas dan wilayah.
Sebab, sebagai mantan polisi, Buwas mengaku memiliki data mengenai para mafia dan jejaring kartel di sejumlah wilayah Indonesia, yang kerap mempermainkan harga komoditas pangan di sejumlah wilayah dan dalam waktu-waktu tertentu seperti misalnya menjelang hari raya keagamaan.
"Karena hari ini kan banyak komunitas perdagangan yang punya kuasa. Contohnya bawang putih, itu kan dikuasai kartel-kartel yang di seluruh pelosok Indonesia ini mereka punya jejaring," ujarnya.
Diketahui, guna mengatasi masalah anjloknya harga ayam dalam beberapa hari terakhir, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah bersama para peternak saat ini sedang membongkar permainan harga ayam potong di sejumlah daerah. 
Selain itu, pemerintah juga tengah memburu para broker yang memainkan harga ayam potong tersebut di pasaran.
Amran menyebut, harga ayam yang turun drastis disebabkan oleh permainan para broker di tingkat peternak. Saat ini, tim satgas pangan telah diterjunkan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung, untuk menginvestigasi penyebab anjloknya harga ayam.
"Tim sudah turun di Jatim, Jateng, dan Jabar. Laporan sementara, katanya ada broker yang bermain. Kita tunggu laporan lengkap tim yang saat ini turun di sentra produksi ayam," kata Amran, Jumat 28 Juni 2019. (vv)